Gereja Kristen Jawa Pakem

ANGGOTA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA

  1. KEPUTUSAN MAJELIS GKJ PAKEM

Diberitahukan kepada segenap jemaat GKJ Pakem, sehubungan dengan terus meningkatnya kasus positif Covid-19 yang secara Nasional saat ini mencapai 377.541 kasus (per 22 Oktober 2020), di Wilayah DIY mencapai 3.434 kasus, dan semua daerah yang berada di Wilayah DIY merupakan zona merah, mengingat resiko pertemuan dalam gedung gereja, termasuk proses aerosolisasi yang kemungkinan terjadi pada saat pelaksanaan ibadah, mempertimbangkan rekomendasi dari Komisi Kesehatan GKJ Pakem, maka Majelis GKJ Pakem memutuskan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Ibadah diselenggarakan di satu tempat ibadah yaitu di Gereja Pantiasih dengan pertimbangan kondisi Gereja Pantiasih masih sangat ideal untuk pelaksanaan ibadah offline dilihat dari segi:
    1. Ventilasi dan tata udara di Gereja Pantiasih sangat bagus dan tidak memerlukan pendingin ruangan ataupun kipas angin;
    2. Area lebih luas sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerumunan jemaat;
    3. Lokasi lebih nyaman karena jauh dari keramaian jalan raya.

Salam Sejahtera dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus,

Memperhatikan berbagai informasi tentang berkembangnya secara cepat wabah Virus Corona (COVID-19) yang menimpa seluruh penduduk dunia dan banyaknya korban yang sudah berjatuhan, serta dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1.  Sebagai orang percaya, kita menghayati bahwa kita dipanggil untuk memelihara dan mewujudkan damai sejahtera bagi segala umat ciptaan-Nya.

2.  Pernyataan badan kesehatan dunia WHO, bahwa wabah Virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi.

3.  Himbauan pemerintah melalui pernyataan Presiden RI, Gubernur DIY, Bupati Sleman tentang berbagai upaya mengantisipasi dan cara-cara mengatasi wabah virus corona.

4.  Penggembalaan MPH PGI dan Surat Penggembalaan Badan Pelaksana Sinode GKJ.

Bacaan: MATIUS 22: 34 – 46

Cinta… siapa sih yang tidak senang dengan kata itu? Cinta… bukan hanya bicara soal hubungan laki-laki dan perempuan. Cinta juga bukan hanya soal emosi dan rasa memiliki, akan tetapi kesadaran bersama melestarikan nilai kebaikan, belas kasih sayang, pengorbanan diri, empat, simpati, perhatian dan sebagainya dalam bingkai cinta. Oleh karena itu, nilai yang penting ini harus terus dilatih.

Bacaan Firman Tuhan, narasi dalam Injil Matius 22: 34 – 46 seorang Farisi yang juga ahli Taurat menjebak Yesus dengan pertanyaan, “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (ay. 36). 

serambi

Senar – senar kehidupan terajut dalam satu getaran petikan semesta…Bunyi yg dihasilkan beragam,
namun memadu dalam harmoni rasa…
Merdu dalam nilai yg relatif…
yang penting adalah ada cinta yg mendaras dalam tiap petikannya…

Indah …
merasuk sukma…
Siang itu,13 Januari 2019 di hari Minggu,
terangkai harmoni di smesta Lereng Merapi,keren…dan dasyat berjumpa para perempuan yg peduli un.berkarya diantara keberagaman…

Galeri