Gereja Kristen Jawa Pakem

ANGGOTA PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA

KEPUTUSAN MAJELIS GKJ PAKEM

Memperhatikan pertanyaan dari beberapa jemaat lansia untuk dapat mengikuti ibadah secara tatap muka; Menimbang:

  1. Kondisi Pandemi Covid-19 yang belum berakhir;
  2. Masih terus diberlakukan dan diperpanjangnya PPKM di wilayah DIY;
  3. Penyebaran Covid-19 di wilayah Pakem masih cukup tinggi;
  4. Belum adanya perubahan peraturan mengenai peserta ibadah dari Kemenag;
  5. Masukan dari Komisi Kesehatan antara lain:
  • Vaksinasi bukanlah jaminan untuk tidak dapat tertular Covid-19;
  • Pengalaman di lapangan bahwa orang yang sudah mendapatkan vaksinasi 2x masih dapat terpapar Covid-19 (sudah ada kasus tenaga kesehatan di beberapa RS); dan
  • Terjadinya mutasi virus baru yang berdampak lebih berat dan berbahaya (sudah ada kasus di beberapa RS di Jogja).

Salam Sejahtera dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus,

Memperhatikan berbagai informasi tentang berkembangnya secara cepat wabah Virus Corona (COVID-19) yang menimpa seluruh penduduk dunia dan banyaknya korban yang sudah berjatuhan, serta dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1.  Sebagai orang percaya, kita menghayati bahwa kita dipanggil untuk memelihara dan mewujudkan damai sejahtera bagi segala umat ciptaan-Nya.

2.  Pernyataan badan kesehatan dunia WHO, bahwa wabah Virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi.

3.  Himbauan pemerintah melalui pernyataan Presiden RI, Gubernur DIY, Bupati Sleman tentang berbagai upaya mengantisipasi dan cara-cara mengatasi wabah virus corona.

4.  Penggembalaan MPH PGI dan Surat Penggembalaan Badan Pelaksana Sinode GKJ.

Bacaan: WAHYU 18: 4
“Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya.”

Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari, ku seg’ra berlari
Refrein: Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau ‘tuk cepat pulang
Cepat kembali, jangan pergi lagi

Syair di atas adalah penggalan lirik dari lagu berjudul Firasat, yang diciptakan oleh Dewi Lestari dan dinyanyikan oleh Marcell. Lagu ini menggambarkan rasa kesendirian dan kesepian syahdu yang bermuara pada kerinduan yang dalam kepada sang kekasih hati. Hanya satu hal yang diinginkan, kekasihnya pulang dan tak pergi lagi.

serambi

Senar – senar kehidupan terajut dalam satu getaran petikan semesta…Bunyi yg dihasilkan beragam,
namun memadu dalam harmoni rasa…
Merdu dalam nilai yg relatif…
yang penting adalah ada cinta yg mendaras dalam tiap petikannya…

Indah …
merasuk sukma…
Siang itu,13 Januari 2019 di hari Minggu,
terangkai harmoni di smesta Lereng Merapi,keren…dan dasyat berjumpa para perempuan yg peduli un.berkarya diantara keberagaman…

Galeri